Angin Segar Dari Problematika Patriarki dan Pelecehan Seksual

  Permasalahan tentang perempuan merupakan problematika yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat . Hal ini dikarenakan, kebudayaan pemikiran masyarakat yang masih menganggap ini masalah sepele. Hal ini dibuktikan dengan adanya ketimpangan dan diskriminasi terhadap kaum perempuan. Dalam realitanya, kedudukan perempuan selalu dianggap lebih rendah dibanding kaum laki-laki. Bahkan sebagian orang memandang rendah perempuan karena dianggap lemah, sehingga kerap menjadi korban kekerasan. Jika ditinjau dari perspektif Islam, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang seimbang serta memiliki hak dan kewajibannya masing-masing.

Pada saat ini masyarakat masih menggangap perempuan hanya bisa melakukan pekerjaan rumah tangga yaitu, memasak, mencuci, membereskan rumah. Padahal perempuan bisa melakukan lebih dari itu, perempuan bisa berkarir, perempuan bisa mandiri dengan cara mengembangkan potensi yang dimiliki, bisa bersosial dan berpendidikan. Tetapi tetap dalam koridor sesuai dengan syariat Islam. Nyatanya perempuan sudah merdeka dari pemikiran tersebut dan memiliki kesetaraan posisi dengan laki-laki. Perempuan dan laki-laki seharusnya bisa saling melengkapi dalam segala aspek kehidupan.

Dilihat dari permasalahan perempuan yang masih dianggap berada pada posisi dibawah laki laki, ini membuat perempuan jadi sasaran terjadinya pelecehan seksual. Faktanya seringnya terjadi pelecehaan seksual terhadap perempuan. Komnas Perempuan mencatat bahwa ada sekitar 35 perempuan yang mengalami kasus pelecehan seksual per harinya. Pelecehan seksual bisa terjadi karena perempuan mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat. Tetapi bukan berarti perempuan yang memakai pakaian tertutup tidak akan terkena pelecehan seksual. Islam memerintahkan untuk perempuan menutup aurat dan menjaga kemaluannya, sementara laki-laki disuruh menundukan pandangannya. Ketika perempuan sudah menutup aurat, menundukan pandangan serta menjaga kemaluannya, tetapi disisi lain laki-laki lalai terhadap kewajibannya yaitu menundukkan pandangan disinilah akar dari permasalahannya. Pelecehan seksual tidak mungkin terjadi jika laki-laki menundukkan pandangan dan menjaga kemaluannya.

Bahkan ketika korban berbicara mengenai pelecehan yang ia terima, korban seringkali di salahkan dan di anggap akan menimbulkan masalah baru jika melaporkan pelaku. Hal inilah yang membuat korban menyimpan sendiri permasalahan yang sedang dia hadapi, serta pengusutan kasusnya akan semakin rumit diselesaikan jika terjadi penyangkalan dari pelaku dan ketidak percayaan masyarakat terhadap korban. Salah satu penyebab dari pelecehan seksual adalah kuranganya kesadaran dan wawasan apa saja hal-hal yang harus di hindarkan laki-laki saat berinteraksi dengan perempuan

Kasus ini harusnya bisa menjadi langkah awal untuk mengatasi permasalahan yang sudah di anggap biasa dikalangan masyarakat. Agar tercipta kebebasan dan kesetaraan status sosial bagi para perempuan. Maka dari itu pentingnya untuk mengakhiri diskriminasi terhadap kaum perempuan. Contohnya dengan menghapus segala bentuk kekerasaan terhadap perempuan diruang publik maupun privat. Dalam hal ini membutuhkan berbagai kalangan untuk penghapusan diskriminasi dan pelecehan seksual, cara yang bisa dilakukan mengedukasi masyarakat, karena dengan edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAN 2 PADANG KU

Perkenalan diri

Keamanan dan Privasi di Internet